Kesalahpahaman Tentang Hipnosis

19 Juli 2019   info

Kesalahpahaman Tentang Hipnosis

Pemahaman tentang Hipnosis menjadi suatu hal yang penting untuk diketahui sebelum anda memilih untuk mengikuti sesi hipnoterapi atau terapi dengan kondisi hipnosis.

Tidak dipungkiri bahwa pemahaman seseorang terhadap hipnosis paling sering diperoleh melalui media televisi ataupun koran dimana terlihat seseorang (suyet) dengan "mudah" dibuat tidur dan diberikan sugesti tertentu sehingga suyet melakukan apapun yang diperintah oleh si penghipnosis. Hal ini membuat seseorang yang melihat dan menonton hal tersebut tanpa didukung dengan pemahaman yang benar, maka akan menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti: Hipnotis itu membuat seseorang menjadi tidak sadarkan diri, Hipnotis membuat seseorang mengikuti apa saja yang kita katakan, Hipnotis merupakan kemampuan dengan menggunakan kekuatan jin / mistis, dan lainnya.

baca juga: Manfaat dari Hipnoterapi

Melalui artikel ini, kami akan meringkas Pemahaman yang keliru / Salah tentang Hipnosis.

Salah Paham 1: Hipnosis Membuat Orang Lain Tidak Sadar

Ini merupakan kesalah-pahaman yang sering terjadi pada masyarakat awam. Hipnosis bisa dilakukan dalam keadaan sadar. Keadaan tidak sadar itu adalah pingsan, dan jika tidak sadar, maka klien tidak mungkin dapat mendengar apa yang kita katakan, sehingga komunikasi tidak mungkin dapat dilakukan. Kesadaran yang dimaksud adalah kondisi yang sangat rileks, nyaman dan terfokus. Agar kondisi-kondisi ini dapat dihasilkan dengan optimal, maka klien diminta untuk menutup matanya, sehingga kemampuan imajinasi seseorang dapat meningkat. Contoh: sebelum tidur di malam hari, ketika kita menutup mata kita, kemungkinan kita akan dengan mudah mengimajinasikan banyak hal. Dalam referensi lainnya, kondisi ini disebut dengan "Trance".

Salah Paham 2: Hipnosis Membuat Orang Lain Mengikuti Apa Saja yang Dikatakan

Bayangkan jika hal ini memang bisa terjadi, tentu saja bangsa Indonesia tidak bisa dijajah di masa lalu, orang-orang tinggal diajarkan hipnosis, lalu menghipnosis semua kaum penjajah, dan tinggal suruh pulang. Kenyataannya tidak seperti itu. Hipnosis perlu kesediaan dan kerja-sama antara si penghipnosis dengan klien. Klien yang tidak bersedia dan tidak mau bekerja-sama dengan hipnoterapis dapat menolak seluruh sugesti yang diberikan, sehingga membuat proses terapi tidak akan berjalan dengan efektif.

Salah Paham 3: Hipnosis Menggunakan kekuatan Mistis (Jin/Setan/dll)

Pemahaman ini terjadi karena ketidaktahuan masyarakat tentang apa yang sebenarnya dari kekuatan hipnosis ini, terlebih yang tidak mendahului dengan melakukan konsultasi. Karena tidak ingin repot mempelajari lebih dalam, kesimpulan yang paling mudah adalah dengan mengatakan bahwa ada "kekuatan lain" dari hipnosis itu. Hal ini terus berkembang menjadi kekuatan jin, setan, mistis dan sebagainya. Keyakinan ini membuat kesimpulan baru bahwa hipnosis itu haram, karena menggunakan kekuatan hitam / sihir. Padahal hipnosis merupakan proses komunikasi dua arah dimana, terapis akan memberikan sugesti-sugesti positif kepada klien dalam keadaan rileks dimana klien dapat memilih untuk menerima atau menolak sugesti tersebut. Sugesti yang diterima akan dijadikan pembelajaran yang baru bagi pikiran bawah sadarnya sehingga menghasilkan kebiasaan atau perilaku yang diinginkan oleh klien.

Salah Paham 4: Klien akan Lupa setelah Sesi Terapi

Pernah melihat di tayangan televisi bahwa seseorang setelah bangun, dia tidak ingat tentang apa saja yang telah terjadi saat proses hipnosis. Hal ini langsung diambil kesimpulan oleh banyak orang bahwa Anda tidak akan lupa apapun yang telah anda lakukan pada saat kondisi kondisi hipnosis. Padahal yang benar adalah klien hanya dikondisikan lupa saja oleh si penghipnosis agar memberikan efek "wow" pada saat pertunjukan. Tidak lebih tidak kurang. Normalnya, seseorang itu akan mengingat seluruh proses hipnosis yang telah dilakukan.

Salah Paham 5: Klien bisa tidak bangun dari Kondisi Hipnosis

Hal ini membuat beberapa orang menjadi takut memasuki kondisi hipnosis, padahal klien bisa bangun kapan saja dia mau. Bahkan jika petir tiba-tiba menyambar, klien bisa bangun dan bahkan bisa lari lebih cepat daripada si penghipnosis itu sendiri. Kondisi hipnosis sama seperti kondisi meditatif, kondisi saat kita berdoa dalam keadaan yang sangat khusyuk, dimana kondisi itu sangat nyaman sekali.